Apabila pembayaran tagihan lebih optimal, penerimaan perusahaan diproyeksikan dapat melampaui Rp200 juta per bulan. Potensi tambahan penerimaan sedikitnya Rp50 juta per bulan tersebut masih berupa estimasi dan bergantung pada peningkatan kepatuhan pembayaran serta penanganan kehilangan air.
Untuk memperbaiki infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Dompu merencanakan peremajaan jaringan distribusi air bersih di Kecamatan Dompu dan Woja melalui skema pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp40 miliar untuk tahun anggaran 2027. Nilai tersebut merupakan penyesuaian dari rencana awal Rp70 miliar.
Pembiayaan itu direncanakan untuk mengganti jaringan pipa utama, jaringan pembagi hingga sambungan rumah. Sementara itu, pembangunan jaringan pipa transmisi dan fasilitas pengambilan air baku direncanakan melalui koordinasi dengan instansi pengelola sumber daya air serta dukungan pemerintah pusat.
"Kami mendukung penuh langkah Bupati Dompu karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat diharapkan mampu menyelesaikan persoalan pelayanan air bersih secara bertahap," kata Didi.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembobolan atau penyambungan pipa secara ilegal karena dapat memperparah kebocoran, mengurangi pasokan air bagi pelanggan lain, serta menghambat upaya peningkatan pelayanan dan penyehatan keuangan perusahaan.