Kehadiran para anak muda yang antusias mematahkan anggapan bahwa generasi Z atau yang akrab disapa Gen Z, apolitis dan tidak tertarik dengan kegiatan partai politik.

Lebih lanjut, Komarudin memaparkan bahwa Sekolah Partai DPP PDIP dirancang untuk menghidupkan kembali warisan sejarah tersebut melalui tiga pilar utama yang sangat mendasar, yang dalam dunia filsafat menjadi pembeda antara manusia dan makhluk lainnya.

Pertama, terkait Logika: Diasah melalui ruang dialektika agar generasi muda mampu berpikir kritis serta solutif dalam menghadapi berbagai fenomena sosial, politik, maupun ekonomi masa kini dan masa depan.

Kedua, terkait Etika: Diwujudkan melalui nilai kebersamaan serta komitmen jangka panjang dalam menjaga ruang dialog dan harapan bangsa.

Ketiga, terkait Estetika: Diekspresikan melalui pelatihan konten kreator yang ideologis serta apresiasi keindahan budaya melalui pertunjukan seni seperti Angklung Revolution.

Melalui perpaduan tiga pilar tersebut, Komarudin berharap Gen Z mampu memproduksi konten digital yang tidak sekadar mengejar popularitas semata, melainkan konten yang bernilai ideologis, menjunjung moralitas, serta membawa semangat nasionalisme pemersatu bangsa.