Esti menilai sistem kenaikan kelas otomatis yang diterapkan pada era eks Mendikbud Nadiem Makarim berpotensi mengurangi motivasi siswa untuk belajar. Menurutnya, kondisi tersebut juga bisa membuat orang tua kurang terdorong untuk mendampingi anak belajar di rumah.

"Anak-anak tidak termotivasi, kemudian orang tua juga merasa lebih longgar karena toh pasti naik kelas. Nah, yang kemudian menjadi persoalan yang kita lihat, di beberapa tempat, bahkan anak-anak lulus SD pun belum lancar membaca. Anak kelas 4 SD juga masih, apalagi kelas 4 SD, masih juga agak susah membaca," jelasnya.

"Beda ketika dulu diterapkan, orang tua juga punya tanggung jawab untuk di rumah mempunyai tugas untuk mendampingi anaknya belajar," tambahnya.

Dia mengatakan sistem kenaikan kelas perlu mempertimbangkan kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran. Menurutnya, siswa yang belum memenuhi standar minimal seharusnya mengulang pembelajaran sebelum melanjutkan ke jenjang kelas berikutnya.