Namun, melalui Sekolah Partai, PDI Perjuangan berupaya meruntuhkan sekat-sekat pemisah agar kaum muda tidak bersikap apatis terhadap keadaan bangsa.
"Nah, itu makanya sekarang kita karena ada gap ini, kita buka gap-nya supaya ketemu kan di situ. Yang menjadi masalah kalau kita yang tua tetap bertahan, yang muda tetap apatis terhadap keadaannya. Ini yang kita lagi buka jalan untuk kita duduk sama-sama karena masa depan bangsa ini ada di tanganmu, bukan ada di tangan saya lagi," tutur Komarudin.
Melalui langkah terbuka ini, PDI Perjuangan berharap generasi muda dapat lebih mengenal sejarah bangsanya, memahami esensi berpolitik secara sehat, serta siap memegang estafet kepemimpinan nasional di masa depan tanpa kehilangan akar nilai-nilai kebangsaan.