NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) menata kawasan Setu Babakan, Jagakarsa. Pemilik lapak di sekitar lokasi mengaku setuju dengan penertiban tersebut, tapi mereka berharap tetap bisa berjualan setelah selesai penataan.
Seorang penjual soto, Siti Aminah, mengatakan hari ini menertibkan lapak miliknya yang sudah berdiri sejak 2012. Katanya, mereka diminta tidak menggunakan saluran air sebagai lapak jualan.
"Ini lagi ada penertiban aja dari Pemda. Warung-warung diperbaiki, dimundurinlah, ditata tertib, ditertibin, nggak boleh di atas saluran air jadi berjualannya," kata Siti saat ditemui di lokasi, Rabu (7/10/2026).
Dia menceritakan awalnya tempat kontrakannya hanya rumah biasa. Kemudian karena melihat potensi Setu Babakan yang ramai, akhirnya ia membuka lapak makan dengan membangun kios di depan kontrakan.
"Kalau dulu sih emang cuman kontrakan biasa, ya. Jadi kalau depannya ini kita emang bikin sendiri sih. Bikin sendiri bangunan buat jualan di depan ini," jelasnya.
Katanya, kios miliknya dibangun berangsur-angsur. Namun dia mengaku setuju saja bila ada penertiban lapak tersebut.
"Yang lain pada pakai atap, kita juga ngikutin pakai atap. Sekarang ada penertiban lagi begini, ya mau nggak mau kita ikutin, kan emang udah bukan tanah kita, maksudnya tempat pemerintah gitu," jelasnya.
Meski begitu, Siti berharap penataan segera dilakukan. Dia juga ingin bisa tetap berjualan setelah penataan rampung.
"Ya kalau ini biar ini aja sih, lebih rapi tempat jualannya, masih bisa boleh jualan, itu sih yang penting," ucapnya.
Selanjutnya Wahid Hasyim, penjual mi ayam, ikut membongkar lapaknya yang dibangun menggunakan material kayu dan asbes. Ia mengaku pasrah mengikuti kebijakan membongkar lapak tersebut karena sadar bahwa lahan itu memang bukan miliknya.
"Kalau mulai bongkar SP2 kemarin, hari Senin kemarin mulainya," kata Hasyim.
Dia mengatakan, selama pembongkaran hingga penataan ini, ada kemungkinan akan berhenti berjualan sementara. Dia berharap setelah itu bisa tetap berjualan di kawasan tersebut.
"Istirahat dulu. Entar kalau udah rapi, baru mulai dagang lagi, gitu. Ya ini makanya, ya ini makanya ini ya dirapihin, kan ini disuruh mundur, disuruh ngelewatin got. Ini dirapihin, entar kalau udah rapi, mudah-mudahan bisa mulai jualan lagi," ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan penataan di kawasan Setu Babakan. Lapak-lapak yang berada di atas saluran air dan samping setu dibongkar.
Pantauan NadiKabar di lokasi, Rabu (7/10/2026), pembongkaran sudah mulai dilakukan. Warga dan pemilik turut membongkar secara mandiri lapak mereka, sementara sebagian dibantu petugas PPSU.
Material bangunan yang dibereskan dan dibongkar warga kemudian dikumpulkan. Beberapa pemilik kios ada yang sudah melepaskan atap hingga bambu yang menjadi penopang bangunannya.
Pembongkaran ini dilakukan di sisi barat dan timur. Kebanyakan bangunan yang dibongkar merupakan kios atau lapak dengan bangunan semipermanen.