NADIKABAR.COM — Pegiat ekonomi kreatif (ekraf) dan pendidikan Muflih Dzakwan mengapresiasi program peningkatan kesejahteraan guru dan revitalisasi sekolah selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia mengatakan perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan mulai dirasakan melalui kesempatan bagi guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta akses program perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
"Ketika pergantian kepemimpinan, Pak Prabowo punya semangat untuk menyejahterakan guru. Guru tersebut alhamdulillah terpanggil PPG," kata Muflih dalam keterangannya, diterima di Jakarta, Jumat.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam diskusi publik yang digelar Langkah Foundation di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/10).
Muflih mencontohkan seorang guru honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun dan akhirnya mendapat kesempatan mengikuti PPG.
Menurut dia, kesempatan mengikuti pendidikan profesi tersebut penting untuk meningkatkan kompetensi dan membuka jalan bagi guru memperoleh sertifikat pendidik setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.
Dalam upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah juga menaikkan tunjangan profesi guru non-aparatur sipil negara (ASN) yang belum memiliki surat keputusan penyetaraan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan mulai 2025 bagi penerima yang memenuhi ketentuan.
Selain peningkatan kesejahteraan guru, Muflih mengapresiasi program revitalisasi sekolah yang dinilainya memberikan kesempatan lebih luas bagi satuan pendidikan untuk memperbaiki fasilitas pembelajaran.