Lebih lanjut, Muflih menilai penguatan pendidikan perlu dihubungkan dengan pengembangan ekonomi kreatif guna memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.

Ia mengatakan lulusan sekolah perlu dibekali keterampilan praktis, kreativitas, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Untuk itu, ia menilai kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pelaku industri perlu diperkuat melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan jejaring bisnis bagi generasi muda.

Sementara itu, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung Wahyu Pratama berharap capaian pemerintah terus diperkuat melalui masukan konstruktif dari mahasiswa dan masyarakat.

"Tugas teman-teman mahasiswa, anak muda, memang mengingatkan. Harapannya, dari diskusi ini bisa lahir perbaikan dan ide-ide konstruktif supaya ke depan seluruh kebijakan, termasuk agenda pemerintahan, bisa berjalan lebih baik lagi," kata Wahyu.

Ia berharap kebijakan pemerintah tetap memperhatikan kebutuhan daerah, terutama dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja.

Diskusi bertajuk "Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menakar Realisasi Ekonomi Kreatif, Solusi Pengangguran Usia Muda di Jawa Barat" tersebut berlangsung di Kota Bandung, diselenggarakan oleh Langkah Foundation.

Kegiatan itu membahas capaian dan tantangan pembangunan pendidikan serta pengembangan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas peluang kerja generasi muda di Jawa Barat.