"Kami optimis tren positif kinerja keuangan Phapros akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Bahkan, kami juga yakin dengan fundamental yang kokoh, tren pertumbuhan akan terus berlanjut hingga tahun depan. Peningkatan margin EBITDA menunjukkan bahwa kami makin efisien dalam operasional dan tentunya profitabilitas makin kuat sehingga Phapros dapat terus berkontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia," ujar Intan, Jumat (02/11/2026).

Dari sisi biaya, harga pokok produksi atau cost of goods sold (COGS) selama Januari-September 2026 tercatat Rp 384,04 miliar. Angka ini naik 11,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 345,86 miliar.

Meski naik, rasio harga pokok produksi terhadap penjualan turun menjadi 48,8% dari 50,6%. Sementara itu, laba kotor meningkat 19,19% menjadi Rp 402,53 miliar dari sebelumnya Rp 337,72 miliar. Margin laba kotor juga naik menjadi 51,2% dari 49,4%.

Laba usaha Phapros tercatat Rp 80,97 miliar, naik 55,90% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 51,94 miliar. Adapun laba sebelum pajak meningkat 233,59% menjadi Rp 48,65 miliar dari Rp 14,58 miliar.