Apa yang dilewati Xanana dianggap memiliki resonansi tersendiri bagi Unhas. Ini karena Unhas berdiri di kawasan yang sejak berabad-abad lalu menghadap dunia maritim Asia Tenggara. Mulai dari Makassar, manusia, perahu, perdagangan, dan gagasan bergerak menuju Semenanjung Melayu, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Timor.
Unhas menilai honoris causa bukan hanya sebagai tambahan gelar pada nama seseorang, melainkan sebagai cara universitas memandang bahwa pengetahuan tidak hanya bersumber pada buku dan rak perpustakaan.
Pengetahuan berada dalam pengalaman manusia, melalui keberanian mengambil keputusan, konflik, kegagalan, kemampuan berdamai, dan kesediaan menatap masa depan setelah melewati masa lalu yang keras.
"Maka pada 5 September nanti, ketika Promotor Prof. Hafid Abbas membacakan pertimbangan akademik dan Xanana berdiri menyampaikan orasi ilmiahnya, yang berlangsung di Baruga A.P. Pettarani bukan hanya upacara pemberian gelar," ungkap Unhas.
Selain Xanana, Unhas telah memberikan gelar doktor kehormatan kepada sejumlah tokoh tim redaksi lain Ir Soekarno, Chaerul Saleh, Moh Hatta, BJ Habibie, Jusuf Kalla, Nelson Mandela, hingga Bruce Alberts.