Andi menyebut persentase iuran pensiun standar pada sektor formal dapat dijadikan patokan awal yang ideal bagi pekerja mandiri.

Besaran persentase tersebut dapat dialirkan secara mandiri ke instrumen khusus seperti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) maupun aset investasi lainnya.

"Kita bisa mencontoh sistem yang digunakan oleh perusahaan dalam memotong gaji karyawannya untuk disisihkan masuk ke rekening BPJS hari tua, yaitu totalnya sebesar 5,7 persen per bulan atau bisa dibulatkan jadi 6 persen," kata Andi.

4. Estimasi Dana Berdasarkan Angka Harapan HidupUntuk menentukan target dana hari tua, Andi membagikan pendekatan alternatif dengan menghitung selisih antara target usia pensiun dan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia, yakni 72 tahun.

Ia mencontohkan kalkulasi bagi pekerja yang ingin pensiun di usia 56 tahun yang berarti jeda 16 tahun dengan masa masa pensiun. Kemudian, dengan estimasi pengeluaran Rp7 juta per bulan.

"Total dana yang dibutuhkan = (7 juta x 12 bulan ) x 16 tahun = Rp1,344 miliar," papar Andi.

Namun, Andi menambahkan bahwa hasil akhir sebesar Rp1,344 miliar tersebut merupakan perhitungan dasar yang masih harus disesuaikan dengan asumsi laju inflasi serta kondisi kesehatan masing-masing individu di masa mendatang.