Dia menyebutkan pada 2026, setiap kelurahan ditargetkan membentuk minimal dua RW sebagai Kampung Siaga TB.

Melalui capaian sejak 2025 hingga 2026, Jakarta Selatan kini memiliki 260 Kampung Siaga TB, dengan rata-rata empat kampung di setiap kelurahan.

Tomy pun berharap kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pihak swasta, hingga unsur masyarakat, di antaranya pengurus RT/RW dan kader, dapat mempercepat penanganan serta pengentasan kasus TB.

"Para camat dan lurah diharapkan terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Kami juga mendorong pembentukan Kampung Siaga TB di RW lainnya sehingga nantinya seluruh RW di Jakarta Selatan menjadi Kampung Siaga TB," ujar Tomy.

Lebih lanjut, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Debi Intan Suri menuturkan TB masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat, yang membutuhkan penanganan lintas sektor secara berkelanjutan.