Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 8.662 kasus TB telah ditemukan di wilayah Jakarta Selatan.

"Penanggulangan TB bukan semata-mata urusan puskesmas atau tenaga kesehatan. Perlu dukungan dari kecamatan, kelurahan, RT/RW, kader, keluarga, hingga tokoh masyarakat untuk mendorong deteksi dini, mendukung keberhasilan pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap pasien TB," terang Debi.

Dia menuturkan, inisiatif Kampung Siaga TB sudah diterapkan sejak 2024 dan terus berkembang hingga mencapai 260 kampung yang tersebar di seluruh kelurahan di Jakarta Selatan.

Dalam rangkaian penilaian Kampung Siaga TB Tahun 2026, perwakilan dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan turut dilibatkan. Proses evaluasi tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga mencakup komitmen pemangku wilayah, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta verifikasi lapangan terhadap tiga Kampung Siaga TB terbaik.

Dengan demikian, pemberian penghargaan tersebut bertujuan memotivasi wilayah lain sekaligus mendorong penyebarluasan praktik baik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.