NADIKABAR.COM — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido bekerja sama Pemerintah Provinsi Papua menyusun Detail Engineering Design atau DED Pelabuhan Korido.

Dalam pelaksanaannya, penyusunan DED berfokus pada pengembangan fasilitas sisi laut yang meliputi perpanjangan dermaga dan fasilitas sisi darat meliputi area walkway, gedung terminal, kantin, pagar dan area komersil.

Gubernur Papua, Fakhiri, menyebut kerja sama ini sebagai momentum bersejarah. Sebab, ini merupakan kali pertama Pemprov Papua ikut terlibat langsung dalam penyusunan DED pengembangan pelabuhan guna memperkuat jalur distribusi logistik dan pergerakan angkutan laut di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP).

"Dari pelabuhan yang produktif akan terbangun konektivitas yang hebat, sehingga pertumbuhan ekonomi terus berkembang dan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang," ujar Fakhiri dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua sekaligus Ketua Tim Teknis Penyusunan DED, Matius Wally, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud konkret menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, khususnya di wilayah terpencil.

"Pemanfaatan teknologi operasional diharapkan mampu menghadirkan konektivitas layanan pelabuhan yang handal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau," kata Matius.

Sedangkan Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, menyampaikan penyusunan dokumen DED ini menjadi bukti komitmen Kemenhub dalam menjawab keterbatasan infrastruktur di daerah perbatasan.

Ia menjelaskan pengembangan jangka pendek Pelabuhan Korido akan meliputi studi dan analisis fasilitas sisi laut yaitu perpanjangan dermaga oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kepelabuhanan T.A 2027 dan fasilitas sisi darat meliputi area walkway, pagar, terminal penumpang, kantin dan area komersil untuk tahun anggaran 2026 melalui APBD Provinsi Papua. Willem berharap kolaborasi ini berlanjut untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat timur Indonesia.

"Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya. Penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat pengawasan serta keselamatan pelayaran," pungkas Willem.