NADIKABAR.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak berjalan normal pascatenggelamnya KMP Batumandi.
Pengaturan alur pelayaran dan pemantauan aktivitas kapal terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran serta kelancaran akses keluar-masuk kapal di pelabuhan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melakukan pengaturan alur pelayaran agar pergerakan kapal tetap lancar dan tidak mengganggu operasional pelabuhan.
"Saat ini, aktivitas pelayaran di alur tersebut berlangsung seperti biasa dan seluruh dermaga beroperasi sebagaimana mestinya. Vessel Traffic Service (VTS) Merak juga terus memantau aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian," ujar Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan dalam keterangan resmi, Kamis (22/10).
Selain memastikan kelancaran operasional pelabuhan, KSOP Kelas I Banten berkoordinasi dengan Pertamina, VTS Merak, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, khususnya di perairan alur masuk Pelabuhan Merak.
"Sebagai langkah antisipasi, pemasangan oil boom dilakukan untuk menahan penyebaran minyak dan meminimalkan risiko pencemaran di area tersebut. Kegiatan ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju," kata Lollan.
KSOP Kelas I Banten bersama VTS Merak juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan pergerakan kapal berlangsung dengan aman. Upaya ini dilakukan agar keselamatan pelayaran tetap terjaga dan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut, Ditjen Hubla telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempersiapkan proses pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage, termasuk penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage (salvor).
"Persiapan tersebut dilakukan agar proses pengangkatan kapal dapat segera dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian," ujar Lollan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengungkapkan perusahaan turut mendukung pelaksanaan operasi pengangkatan guna menjaga kelancaran operasional di Pelabuhan Merak pascatenggelamnya KMP Batumandi.
"Kami mendukung langkah Kementerian Perhubungan dalam memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan normal, termasuk pengamanan lokasi kapal, pemasangan buoy dan oil boom, serta persiapan operasi salvage," ujar Heru dalam keterangan resmi yang sama.
Heru mengungkapkan seluruh tahapan penanganan dipersiapkan secara terukur bersama pihak berwenang dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran.