"Melalui materi Aku Cinta Diriku yang disampaikan fasilitator Speak up now, mereka juga diajak mengenali perasaan serta membedakan sentuhan yang boleh dan tidak boleh. Materi disampaikan melalui lagu, gerakan bersama, dan interaksi menyenangkan agar lebih mudah dipahami peserta," ucapnya.

Dewi memaparkan, pembelajaran tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-cita.

"Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap potensi setiap anak," katanya.

Ia menambahkan, peran guru dan orang tua sangat penting dalam mendampingi anak agar pemahaman mengenai emosi dan batasan tubuh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin mengenali dan menghargai dirinya serta memiliki keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman.