Pelajaran itu semakin relevan ketika perubahan iklim membuat pertanian menghadapi ketidakpastian baru. Masyarakat Baduy membaca perubahan alam melalui pengalaman panjang: datangnya hujan, pola angin, suhu, perilaku hewan, dan berbagai tanda alam menjadi bagian dari pengetahuan menentukan waktu bertani.
Pengetahuan tradisional semacam itu tidak seharusnya dipertentangkan dengan ilmu pengetahuan modern. Justru tantangan kita adalah mempertemukan keduanya. Informasi iklim, teknologi pertanian, dan riset modern dapat berkembang tanpa harus menghapus pengetahuan ekologis yang telah terbentuk selama bergenerasi.
Tentu saja, pertanian Baduy tidak perlu diromantisasi. Produktivitasnya tidak dapat begitu saja dibandingkan dengan pertanian intensif. Tekanan terhadap lahan, perubahan iklim, pariwisata, ekonomi pasar, dan perubahan gaya hidup generasi muda juga menghadirkan tantangan.
Namun, masyarakat Baduy memperlihatkan sesuatu yang menarik: perubahan tidak selalu harus berarti meninggalkan seluruh pengetahuan lama. Dunia luar dapat diterima secara selektif dengan tetap mempertimbangkan batas yang ditentukan adat dan keberlanjutan ruang hidup.
Pesan itu kembali terlihat dalam Seba Baduy 2026. Sebanyak 1.552 warga Baduy diterima Pemerintah Provinsi Banten di Kota Serang pada 25 April 2026. Tema Seba, "Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat", menegaskan hubungan antara menjaga amanat leluhur dan merawat bumi. Amanat gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak-gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak-kembali disampaikan.
Pesan tersebut bukan sekadar romantisme kebudayaan. Ia berkaitan langsung dengan keberlangsungan sistem pangan. Hutan menjaga air dan tanah. Air menghidupi huma. Tanah menghasilkan padi. Padi masuk ke leuit. Sebagian gabah menjadi benih dan kembali ditanam di huma. Siklus itu berulang dan diwariskan.
Karena itu, perlindungan masyarakat adat tidak cukup berhenti pada festival budaya, pakaian tradisional, ritual, atau promosi wisata. Ruang hidup yang memungkinkan kebudayaan dan sistem pangan mereka bertahan juga perlu dijaga.