NADIKABAR.COM — Dwi Bagus Martono (40) tersangka pembunuhan istri sirinya Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF (4) di Madiun mengaku terinspirasi dari film saat mengeksekusi dan menghilangkan jejak jasad korban.

Ia mencekik ibu dan anak itu, membakar, memutilasi hingga menggilingnya dengan mesin penggilingan daging. Abu atau serpihan jasad korban kemudian dibuangnya di sungai yang mengalir.

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Roy H M Sihombing, mengatakan bahwa hal ini terungkap setelah tersangka menjalani pemeriksaan psikologi.

"Berdasarkan hasil psikologi dan juga suka menonton film-film itu," kata Roy di Mapolda Jatim, Rabu (28/10).

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, Roy mengatakan, Bagus juga diketahui memiliki tingkat kecerdasan atau IQ di atas rata-rata orang pada umumnya. Ia diketahui merupakan lulusan sebuah Politeknik ternama di Bandung, dan kini berprofesi sebagai tenaga ahli pengeboran minyak lepas pantai.

"Jadi memang yang bersangkutan ini kan saya sampaikan tadi sudah diperiksa psikologis. Memang dia mempunyai kelebihan ya, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi," ucapnya.

Kecerdasan tersangka ini diduga berkaitan dengan kemampuannya dalam merencanakan skenario pelarian serta upaya penghilangan jejak pembunuhan. Roy juga menemukan adanya indikasi bahwa tersangka ini memiliki karakter yang merasa lebih berkuasa atau superior dibandingkan orang lain di sekitarnya.