"Karena waktu itu Bu Erlita ini menyangka bahwa ya sudah kita membangun mempercantik kalau dijual lebih dari apa yang yang punya tanah ini inginkan berarti kan mereka dapat komisi. Tetapi ternyata setelah dibangun, Bu Erlita datang untuk survei, kok sudah ada orang yang sewa mini soccer, sudah ada food court," tutur Theodora.
Proyek yang awalnya tampak menjanjikan kini dilaporkan telah terbengkalai dan mengalami kerusakan parah sejak awal tahun 2024. Saksi kunci yang juga menjadi korban mengungkapkan operasional bisnis menjadi sangat kacau hingga akhirnya pihak investor memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas dan menarik aset-aset yang tersisa.
"Saya masuk ke situ mulai ada itu 2022, dan berjalannya itu saya di situ setahun dan udah berjalan. Tapi ke sini-sininya tuh, 2024 itu sudah udah hancur, udah kusut gitu. Jadi istilahnya 2024 itu akhirnya Bu Erlita menggulung semua rumput mini soccer-nya itu untuk tidak beroperasi lagi, seperti itu karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal mereka," jelas Juliana.