Pada laga ini, Mundari mengakui timnya sempat berada dalam tekanan hebat sepanjang 45 menit pertama. Namun, kedisiplinan dan analisis matang selama masa persiapan menjadi penyelamat gawang tim tamu.

"Kalau dilihat pada babak pertama, sebetulnya lawan hanya tinggal menunggu momentum untuk mencetak gol saja. Tetapi anak-anak tetap fokus," ujar Mundari.

"Seperti yang saya katakan kemarin, selama dua hari persiapan kami benar-benar menganalisis bagaimana Persita bermain, bagaimana mereka bertahan, dan bagaimana mereka membangun serangan. Syukur alhamdulillah malam ini, walaupun di babak pertama kami terus diserang dan terkurung, gawang kami tidak kebobolan," tambah dia.

Membahas aspek taktikal, Mundari mengungkapkan bahwa tim pelatih sengaja menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk tidak terpancing bermain terbuka. Belajar dari kekalahan saat melawat ke Bandung, dengan kekalahan empat gol tanpa balas, Isenmulang memilih pendekatan defensif yang terukur di laga ini.