"Salah satu yang kami cermati dari penampilan Persita belakangan ini, banyak gol mereka lahir dari skema serangan balik. Itu sangat kami antisipasi. Di babak pertama, kami sengaja memasang strategi saat kehilangan bola langsung turun menerapkan mid block untuk bertahan, jangan sampai terkena serangan balik," jelas Mundari.

"Memasuki babak kedua, lawan tampak mulai terpancing karena tuntutan harus memenangkan laga. Di celah itulah kami memanfaatkan beberapa peluang yang ada. Saya pikir itu kunci kemenangannya, kami lebih sabar menunggu saat bertahan, meskipun risikonya memang sangat tinggi. Alhamdulillah, dari babak pertama hingga menit-menit akhir babak kedua, gawang kami tetap aman," lanjut dia.

Laga berikutnya yang akan dijalani Isenmulang adalah menghadapi tim tamu Borneo pada pekan kesepuluh Super League setelah berakhirnya FIFA Match Day bulan ini, tepatnya pada 22 November.