NADIKABAR.COM β€” Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku kecewa timnya gagal meraih tiga poin setelah bermain imbang 2-2 melawan PSS Sleman pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

β€œMenurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain,” katanya dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Ia menjelaskan, Persebaya mencatatkan sekitar 20 tembakan dan 12 tendangan sudut, sedangkan PSS hanya menghasilkan dua tembakan dan tiga tendangan sudut sepanjang pertandingan.

Bahkan, kata dia, gol pertama PSS berawal dari pelanggaran yang memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak gol.

Sedangkan gol berikutnya, lanjutnya, terjadi karena timny memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain lawan untuk melepaskan tembakan.

Menurut dia, Persebaya sebenarnya mampu menciptakan peluang melalui berbagai pola serangan, mulai dari penetrasi ke ruang pertahanan lawan hingga umpan silang dan penyelesaian di sejumlah area kotak penalti.

Namun, kata pelatih asal Portugal itu, upaya tersebut belum menghasilkan tambahan gol karena tembakan pemain Persebaya mampu dihalau penjaga gawang, diblok pemain bertahan, atau tidak mengarah secara akurat ke gawang.

β€œSepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,” ucapnya.

Tavares juga mengakui keterbatasan kondisi skuad menjadi tantangan dalam menghadapi jadwal pertandingan yang padat sepanjang Oktober, terutama karena sejumlah pemain mengalami cedera atau belum berada dalam kondisi fisik optimal.

β€œKami akan melihat kondisi pemain saat latihan dan berkoordinasi dengan tim medis untuk menentukan siapa yang paling siap membantu tim pada pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, penjaga gawang Persebaya Ernando Ari menyampaikan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan meskipun timnya gagal mengamankan kemenangan di kandang.

β€œKami merasa kecewa karena belum bisa memberikan kemenangan yang diharapkan Bonek dan Bonita di laga kandang ini. Kami akan memperbaiki kesalahan untuk menjadi lebih baik pada pertandingan selanjutnya,” kata Ernando.

Penjaga gawang kelahiran Semarang itu, juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat suporter PSS Sleman dalam perjalanan untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Ia mengingatkan seluruh suporter sepak bola di Indonesia agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan karena dukungan terhadap tim kebanggaan tidak sebanding dengan risiko kehilangan nyawa.

β€œKami turut berbelasungkawa. Untuk seluruh suporter Indonesia, baik pendukung PSS maupun Bonek dan Bonita, agar lebih berhati-hati selama perjalanan karena apa pun itu tidak sebanding dengan nyawa,” ujarnya.