NADIKABAR.COM — Pengurus Pusat Persatuan Tenis Indonesia (PP Pelti) menyiapkan ekosistem tenis nasional sebagai bagian dari upaya membawa cabang olahraga ini berkembang sebagai industri.
"Pelti akan menggagas sebuah ekosistem tenis. Kita lagi kejar, mudah-mudahan akhir tahun kita bisa memiliki pusat sports science university," kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.
Menurut Andi, fasilitas itu dapat menjadi bagian dari perencanaan pengembangan tenis nasional, mulai dari pembinaan hingga peningkatan kualitas atlet.
"Jadi khusus mendesain tenis ini seperti apa ke depannya, itu akan kita lakukan. Sekarang dalam proses pembangunan. Lokasinya di mana saya masih rahasiakan, tetapi ekosistem tenis ini menuju industri pasti kita lakukan," kata Andi.
Pelti memandang pengembangan industri tenis tidak cukup hanya mengandalkan prestasi atlet, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang ditopang pembinaan, turnamen, fasilitas, dan dukungan ilmu keolahragaan.
Andi menekankan pentingnya memperbanyak kesempatan bertanding bagi petenis Indonesia melalui turnamen internasional sebagai bagian dari proses pembinaan.
Menurut dia, khusus sektor putra, pemain idealnya mengikuti sedikitnya 10 turnamen senior level M15 dalam satu tahun untuk meningkatkan pengalaman yang sekaligus memperbaiki peringkat.
Pelti juga melihat ketersediaan fasilitas sebagai salah satu faktor penting dalam membangun industri tenis nasional.
Andi menilai Indonesia masih membutuhkan lebih banyak lapangan yang memenuhi standar guna mendukung penyelenggaraan kegiatan tenis berskala internasional.
Pelti membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem tersebut, termasuk apabila terdapat akademi atau pusat pelatihan internasional yang dibangun di Indonesia.
Menurut Andi, pengembangan ekosistem secara menyeluruh menjadi kunci agar tenis tidak hanya berkembang dari sisi prestasi, tetapi juga memiliki daya tarik secara komersial dan menopang pembinaan secara berkelanjutan.