NADIKABAR.COM — Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menargetkan generasi baru petenis putra Indonesia mampu menembus peringkat 1.000 besar ATP dengan memperbanyak pengalaman bertanding di turnamen internasional.

Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti mengatakan pemain muda idealnya mengikuti sedikitnya 10 turnamen level senior dalam satu tahun agar dapat membangun peringkat sekaligus meningkatkan kematangan bertanding.

"Minimal 10 turnamen senior untuk M15. Minimal 10 dalam setahun dia harus ikut dan itu harus masuk main draw. Tidak bisa kualifikasi, sudah gugur," ujar Andi di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, konsistensi mengikuti turnamen menjadi salah satu kunci memperkecil jarak kualitas petenis Indonesia dengan pemain dari negara-negara yang memiliki peringkat lebih tinggi.

Andi mengatakan Muhammad Rifqi Fitriadi menjadi salah satu contoh pemain Indonesia yang mampu meningkatkan peringkat setelah konsisten mengikuti berbagai turnamen internasional.

"Untuk tetap di main draw, kita harus masuk minimal top 1.000 ATP. Rifqi sekarang 500-600-an. Saya kira itu pencapaian luar biasa. Harapan kita ada generasi berikutnya bisa tembus di ranking itu," kata Andi.

Piala Davis Grup Dunia II menghadapi Rumania di Jakarta menjadi salah satu kesempatan bagi Indonesia memberikan pengalaman kepada generasi berikutnya.

Indonesia menurunkan Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanau dalam pertandingan yang berlangsung pada 18-19 September.

Andi menegaskan Pelti tidak membedakan pemain sebagai lapis pertama ataupun lapis kedua karena setiap petenis yang masuk tim nasional harus siap membawa nama Indonesia.

"Kami sebenarnya tidak mengenal pelapis satu, pelapis dua. Kalau dari Pelti tidak ada istilah pelapis satu, pelapis dua. Semua harus siap membawa bendera Merah Putih," ujar Andi.

Pelti, lanjut dia, menentukan pemain berdasarkan kualitas dan perkembangan yang dipantau melalui berbagai turnamen.

Oleh karena itu, kesempatan tampil pada Piala Davis juga menjadi bagian dari proses membangun kedalaman kekuatan tenis putra Indonesia untuk menghadapi agenda internasional pada masa mendatang.

"Pelti melihat kualitas pemain-pemain kita dari turnamen. Kami pantau, kami observasi. Ini bisa kita coba bikin timnya untuk persiapan multievent sekalian," kata Andi.

Indonesia menghadapi Rumania yang secara peringkat memiliki kekuatan lebih tinggi. Cezar Cretu berada di peringkat 271 ATP dan Radu Mihai Papoe peringkat 315, sedangkan Gunawan menempati posisi 2.202 dan Rafalentino peringkat 1.608 dunia.

Menurut Andi, jarak tersebut menjadi gambaran pentingnya memperbanyak jam terbang internasional bagi generasi baru tenis putra Indonesia.

"Untuk menuju konsisten, kita harus lebih memantapkan try out. Turnamen-turnamen internasional, kita harus selalu ada di sana. Itu paling penting kita jaga, khususnya di putra," ujar Andi.