NADIKABAR.COM — Industri apparel di Bandung, Jawa Barat, masih memiliki peluang bisnis di tengah ketatnya persaingan industri tekstil global. Salah satu sektor yang kini semakin diminati adalah custom printing dan print on demand.

Tren tersebut terlihat dalam gelaran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026 yang berlangsung di Bandung Convention Centre pada 2-5 September 2026. Tingginya kebutuhan terhadap teknologi produksi dan dekorasi pakaian menunjukkan pasar apparel di Bandung masih cukup potensial.

Project Manager Moremedia Indonesia, Bryan W. Arsaha, mengatakan permintaan terhadap teknologi produksi apparel di Bandung masih tinggi. Hal tersebut salah satunya terlihat dari perusahaan peserta pameran yang kembali mengikuti IAPE secara rutin.

"Kalau demand-nya untuk yang di Bandung ini cukup tinggi, jadi biasanya setelah pameran ini langsung pada booking untuk pameran," ujar Bryan.

Menurut Bryan, perubahan pola konsumsi masyarakat justru membuka peluang baru bagi pelaku usaha apparel skala kecil dan menengah.

Jika industri tekstil skala besar banyak menghadapi persaingan harga dari negara seperti Vietnam dan Bangladesh, pasar menengah dan kecil memiliki peluang melalui produk yang lebih spesifik dan sesuai permintaan konsumen.

"Kalau yang di skala menengah dan kecil, permintaannya adalah permintaan berbasis print on demand, custom printing. Itu yang sekarang baru tren, yang kalau di dunia fashion itu fast fashion," jelasnya.

Salah satu pasar yang mengalami peningkatan adalah pakaian dan jersey untuk komunitas. Berbagai kegiatan seperti olahraga lari hingga komunitas pengendara motor kini kerap memiliki pakaian dengan desain khusus.