Makanan utamanya adalah ikan. Spesimen lebih besar sesekali memangsa burung air kecil atau mamalia. Awalnya, lele ini merupakan hewan asli yang habitatnya di sistem sungai Danube dan Rhine. Program penebaran benih sejak abad ke-19 dan keberadaan saluran air seperti Kanal Main-Danube membuka lebih banyak habitat spesies ini.

Perubahan iklim turut berperan. Sebagai spesies yang menyukai kehangatan, lele sangat diuntungkan kenaikan suhu air. Ahli biologi Jurgen Geist menyebut populasi ikan ini meningkat signifikan. Sebaliknya, spesies ikan air dingin seperti ikan brown trout termasuk yang dirugikan.

Faktor kehangatan air juga menjadi kunci di Rybnik. Waduk tersebut berfungsi sebagai area pendingin untuk pembangkit listrik batu bara, di mana air bersuhu panas dibuang kembali ke dalamnya. Karena ikan mencari makan dengan lebih aktif pada suhu lebih tinggi, ikan lele sampai ikan mas tumbuh dengan lebih cepat di sana.

Pakar menyatakan lele ini hampir tidak menimbulkan bahaya bagi manusia. Gigi-giginya kecil dan di luar musim kawin, nyaris tidak ada risiko serangan. Akan tetapi, pada bulan Juni 2025, seekor ikan lele dengan panjang sekitar dua meter sempat menggigit beberapa perenang di Danau Brombachsee yang menyebabkan luka ringan.