NADIKABAR.COM — DPRDDKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menunda rapat Badan Anggaran (Banggar) terkait pembahasan APBD 2027.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin mengatakan penundaan atau skors pembahasan karena belum ada kepastian mengenai besaran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, serta persetujuan penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan. Menurutnya, kepastian DBH dan skema pembiayaan melalui obligasi diperlukan agar pembahasan anggaran dapat dilanjutkan dengan perhitungan yang lebih pasti.
"Dari dua hal itu, kita menskors rapat ini. Mudah-mudahan pertemuan antara pemerintah provinsi, Pak Gubernur dengan Menteri Keuangan besok bisa memperoleh hasil yang baik, sehingga kita mendapatkan dana bagi hasil yang sesuai dengan kebutuhan anggaran di DKI," ujar Suhud, seusai rapat Banggar, Senin (26/10) dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta.
Suhud berharap, pertemuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghasilkan kepastian mengenai DBH dan alternatif pembiayaan tersebut.
Jika hasil koordinasi diperoleh pada Selasa (27/10) ini, rapat Banggar direncanakan kembali digelar pada Rabu (28/10), kemudian dilanjutkan dengan pembahasan anggaran di tingkat komisi pada Kamis (29/10).
Sebelumnya, dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10), Pramono mengatakan hingga 30 September 2026, pendapatan daerah DKI Jakarta terealisasi sebesar Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun. Belanja daerah mencapai Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun.
Adapun penerimaan pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp6,46 triliun atau 65,43 persen dari target Rp9,88 triliun, sedangkan pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp7,04 triliun. Total APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp81,33 triliun.
Dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp39,33 triliun atau 68,20 persen dari target. Realisasi tersebut tumbuh 1,29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Penerimaan pajak daerah mencapai Rp34,58 triliun, meningkat 1,59 persen secara tahunan.
Kemudian mengutip dari laman Pemprov DKI, RAPBD 2027 diajukan sebesar Rp82,89 triliun, meningkat 4,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.