Kemudian pembangunan dua unit bangunan MCK putra dan putri asing-masing dianggarkan Rp144 juta.

Ia mengatakan saat ini pemerintah daerah terus berupaya memacu progres pembangunan kembali infrastruktur Pondok Pesantren (Dayah) tersebut, yang sebelumnya sempat hancur diterjang banjir bandang menjelang akhir tahun 2025 lalu.

Hendra Saputra menjelaskan pembangunan fisik yang sedang berjalan difokuskan pada fasilitas permanen berbasis beton untuk menggantikan bangunan lama yang hilang terbawa arus banjir.