NADIKABAR.COM — Otoritas Ukraina mengatakan Starlink milik SpaceX, telah membatasi beberapa layanan internet militer, yang mengganggu operasi di tengah meningkatnya perselisihan dengan pemerintahan Donald Trump.

Otoritas Ukraina terkejut dengan pembatasan pada Starshield, versi militer Starlink. Elon Musk selaku pemilik SpaceX kemudian menyatakan sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan pemerintah Amerika Serikat, dan segala batasannya bergantung pada militer AS serta presiden. Adapun Starlink adalah layanan komersial yang penggunaannya terbatas untuk kegiatan sipil atau pertahanan.

"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Segala batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS (Presiden AS)," tulisnya.

Dikutip NadiKabar dari NadiKabar, Musk mengatakan bahwa Starlink tidak dapat digunakan untuk tindakan militer ofensif, karena hal tersebut tidak pantas dilakukan oleh sebuah perusahaan komersial.

Starlink menerapkan batas kecepatan senjata pada Selasa malam waktu setempat menjadi 160 km/jam. Berarti, tiap senjata yang bergerak lebih dari kecepatan tersebut kehilangan konektivitas jaringan.

Konektivitas dipulihkan sebagian pada Rabu malam, menurut mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov. "Menghapus batas kecepatan Starshield sepenuhnya kini sangat krusial bagi pertahanan Ukraina," tulisnya di X, sembari berterima kasih pada Elon Musk dan meminta dukungan berkelanjutan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Rusia berusaha memanfaatkan gangguan Starlink tersebut dengan serangan 124 drone pada malam hari dan 145 lainnya pada siang hari.

"Jelas Rusia mencoba memanfaatkan masalah pada Starlink di Ukraina, karena drone pencegat kami sangat bergantung pada koneksi ini, di samping hal lainnya," unggahnya di X.

Gangguan Starlink diperparah laporan terbaru dari pemerintah Ukraina mengenai kekacauan pertukaran intelijen dari sekutu untuk memberi peringatan tentang serangan rudal. Ini terjadi setelah pemerintahan Trump memperingatkan Ukraina akhir pekan lalu bahwa AS dapat menangguhkan pembagian data intelijen dan pembelian senjata AS oleh Eropa untuk Ukraina, jika Kyiv tak menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia.

Data intelijen yang diberikan AS dan mitra lainnya membantu Ukraina bertahan dari serangan rudal balistik Rusia dengan menyediakan informasi lokasi peluncur rudal, serta arah dan waktu serangan.

Zelensky menyebut pemerintahnya tidak menerima peringatan dini sebelum serangan rudal balistik mematikan menghantam sebuah pembangkit listrik utama di Kyiv dan merusak bangunan tempat tinggal.

Namun Trump mengklaim AS belum berhenti berbagi data intelijen dengan Ukraina. "Kami membantu mereka dan kami berbagi intelijen. Kami ingin perang ini berakhir, jadi kami bekerja sama dengan mereka dan dengan Rusia untuk mewujudkan akhir dari perang ini," katanya.

Sumber militer Ukraina yang mengetahui langsung operasi sehari-hari yang terdampak Starlink mengatakan komplikasinya sangat besar. "Situasi ini secara signifikan mempersulit logistik, sistem tak berawak, operasi pasukan, serangan jarak menengah, dll.," ujar sumber Kemenhan Ukraina kepada NadiKabar.

Sumber tersebut mengatakan Kementerian Pertahanan Ukraina terus menjalin kontak dengan Amerika Serikat, SpaceX, dan sekutu NATO, serta sedang menguji dan menerapkan saluran komunikasi cadangan.

Pada hari Sabtu, Musk mengkritik presiden Ukraina di X, dengan menulis Zelensky bertindak terlalu jauh terkait serangan terhadap fasilitas bahan bakar Rusia.

Masalah terkait Starshield telah disampaikan pada anggota parlemen AS, menurut seorang sumber. Gangguan Starlink mempersulit misi drone Ukraina, khususnya drone pencegat dan drone penyerang jarak menengah, serta pengoperasian pesawat dan helikopter.