Ia menjelaskan menu masakan yang dihadirkan di setiap wilayah disesuaikan dengan lidah serta ketersediaan bahan pangan masyarakat setempat. Artinya, makanan yang tepat bukan mengarah pada makanan bergaya kebarat-baratan (Western food).

"Sehingga kami menyediakan sebenarnya di dalam panduan itu adalah 7 menu dari 12 kabupaten untuk masing-masing kabupaten. Tadi 12 kabupaten itu adalah untuk 7 hari menu yang isinya adalah berdasarkan pangan lokal setempat," katanya.

Racikan menu dirancang untuk variasi selama 7 hari dengan komposisi lengkap mulai dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, buah, hingga susu. Misalnya, di daerah Sumatra panduan menu yang disusun memanfaatkan hidangan lokal seperti gulai ikan hingga rendang.

"Contoh menu ya, dibagi ada makan pagi, kemudian setiap makan pagi itu ada jenisnya. Misalnya hari pertama ada ketupat sayur, ada ikan salai. Kemudian pasti ada lauk hewani, kemudian lauk nabati, sayur, buah, dan susu yang bisa diberikan, ya. Jadi ini lengkap, mungkin nanti bisa dilihat di website-nya ya," kata Rini.

Adapun daftar menu makan bergizi sesuai kebutuhan di setiap daerah ini lebih lengkapnya bisa dilihat pada laman https://www.seameo-recfon.org/katalog-panduan-gizi-seimbang-berbasis-pangan-lokal-dan-menu-padat-gizi-bagi-anak-usia-sekolah-di-indonesia/.