NADIKABAR.COM β€” Pemerhati Kepolisian Poengky Indarti mengatakan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memiliki tugas yang harus dilanjutkan di era kepemimpinannya, yakni reformasi Polri yang menjadi mandat dari rakyat.

"Pemimpin Polri masih punya tugas melanjutkan transformasi Polri atau reformasi Polri sebagaimana mandat rakyat," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia mengharapkan Kapolri dapat mewujudkan apa yang menjadi rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), salah satunya reformasi kultural Polri.

"Betul, reformasi kultural Polri. Watak pemimpin dan anggotanya harus humanis, menghormati HAM, buang sikap arogan, pamer harta, koruptif, tidak profesional, dan kekerasan berlebih," ujarnya.

Poengky juga mengharapkan Suyudi yang pernah menjabat sebagai Kepala BNN itu, tidak meninggalkan perhatiannya dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Karena menurutnya, narkoba adalah musuh bersama, yang merusak generasi muda bangsa sehingga dapat mengancam visi Indonesia Emas 2045.

"Polisi harus dapat mencegah masuknya narkoba dari luar negeri dan harus dapat mencegah produksi-produksi narkoba secara klandestin di Indonesia. Berikut juga penyebarannya," ucapnya.

Mantan Komisioner Kompolnas itu juga mengharapkan Kapolri tegas dalam menindak oknum anggota Polri, TNI maupun ASN yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

"Oknum anggota TNI-Polri, dan ASN yang berani menggunakan narkoba dan menjadi backing narkoba harus dihukum berat," ujar Poengky.

Suyudi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, Kamis siang.

Aktivis HAM itu menilai kepemimpinan Jenderal Listyo sejak 2021 sangat mumpuni karena berhasil melewati tahun-tahun berat untuk memimpin institusi Polri dalam menjaga memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Menurut Poengky, kepemimpinan Listyo teruji mulai dari wabah COVID-19, Pilkada dan Pemilu 2024, dan berbagai macam bencana alam, seperti gempa bumi NTT, Cianjur, banjir bandang di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat), penanganan kekeringan serta Karhutla, dan lainnya.

Listyo juga sukses dalam mengawal agenda-agenda kenegaraan nasional, maupun internasional, mulai dari PON Papua, hingga Asian Games, dan konferensi internasional KTT G20 di Bali.

Kesetaraan gender di tubuh Polri benar-benar dirasakan di era Listyo, memberi ruang Polwan mengampu jabatan strategis Polri, dan terbentuknya direktorat baru khusus penanganan perempuan dan anak.

"Bapak Listyo melakukan transformasi di internal kepolisian, termasuk mengangkat Polwan di level strategis serta menghadirkan Direktorat PPA-PPO," katanya.

Diharapkan, semua hal-hal baik yang telah dilakukan Listyo dapat dilanjutkan oleh penggantinya.

β€œHal-hal baik yang dirintis dan dilaksanakan Bapak Listyo Sigit Prabowo diharapkan tetap dilanjutkan oleh Kapolri penggantinya," ucap Poengky.

Sementara itu, Poengky mengenal Suyudi sebagai generasi muda penerus yang berasal dari Akpol 1994, dikenal cerdas, tegas, dan sigap.

"Saya pernah bekerja sama dengan beliau dalam Tim Pencari Fakta (TPF) Novel Baswedan yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pak Suyudi sebagai Direktur Reksrimum Polda Metro Jaya waktu itu. Kelancaran kami dalam melaksanakan tugas juga karena bantuan Pak Suyudi dan anggota Polda Metro Jaya," ucapnya.

Poengky juga mengenal sosok Suyudi sebagai sosok yang baik dalam melakukan komunikasi publik, mampu merangkul kawan-kawan dan seluruh anggota serta menunjukkan profesionalitasnya sebagai pimpinan dan reserse.

"Semoga dengan adanya tongkat estafet regenerasi ini, Polri akan semakin baik," kata Poengky.