NADIKABAR.COM — Pemerintah Indonesia menyatakan fase penanganan kedaruratan kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) telah selesai. Upaya lintas kementerian/lembaga selama satu tahun terakhir tersebut menunjukkan hasil signifikan pada pemulihan lingkungan, perlindungan kesehatan masyarakat, dan penguatan jaminan keamanan pangan untuk ekspor.
"Mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota Satgas diantaranya Kementerian LH, BRIN, BAPETEN, KKP, Badan POM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, TNI/Polri, Pemerintah Daerah serta pengelola KIMC atas kerja keras dan koordinasi luar biasa yang telah ditunjukkan," ujar Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Penanganan Kontaminasi Cs-137 & Kesehatan Masyarakat
Penanganan kontaminasi Cs-137 selama setahun terakhir mencatatkan berbagai capaian. Di Kawasan Industri Modern Cikande (KIMC), hasil inspeksi BRIN dan BAPETEN pada 24 September 2026 terhadap 12 lokasi terdampak menunjukkan laju dosis radiasi berada di bawah ambang batas dan tidak ditemukan kontaminasi baru. Kawasan tersebut pun dinyatakan terkendali (clean and clear) sehingga aktivitas industri dapat kembali berjalan normal.
Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan telah memeriksa 9.950 orang. Sebanyak 11 orang terdeteksi mengalami kontaminasi internal Cs-137 dan telah mendapat pengobatan menggunakan Prussian Blue serta pemantauan kesehatan. Kondisi mereka dilaporkan baik dan hingga saat ini tidak ditemukan kasus baru.