NADIKABAR.COM — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bersama PT Pertamina (Persero) memperkuat fasilitas Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui peninjauan fasilitas kilang pada Kamis (22/10) untuk memastikan operasional dan mendukung keandalan pasokan energi.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan kunjungan ke RDMP Balikpapan bertujuan untuk memastikan kesiapan kilang sekaligus mengevaluasi ketersediaan stok BBM di wilayah Kalimantan.
"Bersama pemerintah daerah dan jajaran Pertamina, kami memantau serta mencari solusi atas sejumlah kendala teknis agar operasional dan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Bahlil menegaskan secara keseluruhan, progres RDMP sudah mencapai 99 persen. Namun, masih ada beberapa penyempurnaan teknis yang perlu dituntaskan.
"Insyaallah, kita selesaikan agar kilang ini dapat semakin memperkuat pasokan energi nasional," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menyampaikan dukungan dan koordinasi pemerintah berperan penting dalam memperkuat kesiapan RDMP Balikpapan.
Ia mengungkapkan kolaborasi tersebut mendukung penyelesaian penyempurnaan teknis serta kesiapan infrastruktur penunjang agar kilang dapat beroperasi secara optimal.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk perkuat RDMP Balikpapan. Dukungan bersama ini menjadi kunci agar kehadiran kilang dapat semakin memperkuat keandalan pasokan BBM bagi masyarakat dan mendukung kemandirian energi nasional," ucap Taufik.
Pada kesempatan terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menekankan dukungan pemerintah, seluruh stakeholder dalam mendukung ketahanan energi nasional, menjadi kunci operasional Kilang RDMP.
"Dengan kolaborasi yang kuat dan tetap mengutamakan keselamatan kerja, kami terus mengupayakan kesiapan kilang untuk mendukung ketahanan energi Indonesia," pungkas Baron.