NADIKABAR.COM — Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengapresiasi rencana pemerintah mengangkat guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu. P2G mendorong agar kontrak tidak hanya diperbarui per tahun (sampai 5 tahun) tapi sampai pensiun tanpa tes.

Kabid Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mendesak pemerintah dan Panselnas untuk mengangkat langsung otomatis 200 ribu guru PPPK Paruh Waktu. Karena mereka sudah mengikuti tes seleksi dan berpengalaman.

"Pengangkatan otomatis guru PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu. Mereka sudah ikut tes seleksi oleh pemerintah. Dan mereka sudah berpengalaman mengajar bahkan lebih sepuluh tahun," kata Iman melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (21/8/2026).

Upaya ini disambut baik oleh P2G karena bisa mengurai persoalan tata kelola guru saat ini.

"Upaya Kemendikdasmen, Kemenpan RB, Kemenkeu, Kemenag, Kemendagri bersama DPR ini menjadi kado bagi guru dalam peringatan kemerdekaan Indonesia. Ini adalah upaya nyata mengurai satu persatu benang kusut tata kelola guru yang dialami Indonesia sejak era sebelumnya," ungkap Koordinator Nasional P2G,Satriwan Salim.

P2G mendukung kebijakan pemerintah ini karena sampai pertengahan 2026, Indonesia masih mengalami kekurangan 464 ribu guru PNS di sekolah negeri. Kini ada sekitar 250 ribu lebih kelas tanpa guru.