Ia juga menekankan konsep keterpaduan antara Kampung Nelayan dengan Koperasi Desa Merah Putih yang berdiri berdampingan. Kedua fasilitas ini harus dikelola secara terpadu agar sama-sama hidup dan memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

"Saya sudah berpesan kepada seluruh pengelola Koperasi Desa Merah Putih jangan berdiri sendiri-sendiri tanpa inovasi, karena itu tidak akan bertahan lama. Koperasi dan Kampung Nelayan harus saling menopang, hasil tangkapan ditampung dan dipasarkan melalui koperasi, sehingga roda ekonomi berputar di tempat sendiri. Saya sudah melihat keberhasilan model ini di Desa Sulamu, dan saya ingin model yang sama berhasil juga di Semau," tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini merupakan awal dari perubahan ekonomi baru bagi masyarakat Semau.