"Kita memiliki rencana Kampung Nelayan yang telah dirancang dengan matang. Namun, di samping aspek fisik dan ekonominya, aspek sosial masyarakat juga harus menjadi perhatian utama. Saya berharap konsep terintegrasi yang sedang dibangun ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," ujar dia.
Wakil Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana Franchy Christian Liufeto mengatakan terkait KNMP harus disertai dengan pengelolaan sumber daya laut yang bijaksana, mengingat ketersediaan ikan di alam semakin menurun.
"Kita menyadari bahwa jumlah dan ukuran ikan yang tertangkap nelayan saat ini terus berkurang dari waktu ke waktu. Ini menjadi tugas bersama kita untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara berkelanjutan. Di sinilah peran kami, dosen dan mahasiswa FPKP Undana siap hadir bersama masyarakat dan Pemkab Kupang untuk melakukan pendataan, pengkajian stok ikan, serta pendampingan teknis agar hasil tangkapan nelayan tetap terjaga dan berkualitas," ujarnya.