NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa rencana pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite untuk masyarakat desil 9 dan 10 belum diputuskan.
Bahlil menyampaikan bahwa rencana itu masih dilakukan pengkajian dan pembahasan dengan berbagai pihak.
"Itu masih diexercise. Nanti kalau sudah pasti baru kita putuskan," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Sebagai informasi, rencana pembatasan ini mencuat usai adanya pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat koordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalilte untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya.
Purbaya mengatakan kemungkinan besar pelaksanaannya akan dilakukan pada akhir tahun. Saat ini proses tersebut masih dalam dalam pembahasan.
"Masih didiskusikan-masih didiskusikan. Sebelum tahun depan mungkin kita implementasikan," sambungnya.
Adapun pembatasan pembelian BBM subsidi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Pasalnya, selama ini masih ada masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi tidak seharusnya menikmati subsidi pemerintah.