NADIKABAR.COM — Pemerintah menyiapkan sarana pendukung seperti fasilitas ibadah serta layanan penyediaan makanan dan produk halal di daerah-daerah tujuan wisata dalam upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim mancanegara ke Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menangkap peluang dari peningkatan pasar wisata ramah Muslim global.
"Potensi pasar mencapai 186 juta perjalanan dan diproyeksikan menjadi 245 juta pada 2030, dengan nilai belanja 235 miliar dolar AS mengutip data Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025," kata Nia kepada NadiKabar di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, destinasi-destinasi wisata unggulan Indonesia umumnya sudah memiliki sarana pendukung pelayanan wisata ramah Muslim seperti fasilitas ibadah dan layanan penyediaan makanan dan produk halal.
Pemerintah juga sudah memberlakukan undang-undang mengenai jaminan produk halal serta memfasilitasi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengakses layanan sertifikasi halal.
"Bagi wisatawan, hal ini memberikan jaminan rasa aman dan nyaman," kata Nia.