Rangkaian forum dilanjutkan dengan Parallel Event yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas berkolaborasi dengan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif dan Pusat Studi Ekosistem Musik bertajuk “Beyond IP: New Engine of Growth”. Diskusi ini membahas kebutuhan pencatatan dan pelindungan kekayaan intelektual pada subsektor musik, kebutuhan komersialisasi paten dan kekayaan rezim intelektual lain, serta praktik baik pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur digital repositori aset kekayaan intelektual. Pembahasan diharapkan dapat membangun pemahaman bersama mengenai isu dan kebutuhan prioritas dalam pengembangan infrastruktur digital kekayaan intelektual nasional.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, dalam sambutan pembuka, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur tersebut agar kreativitas dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi para pencipta. Untuk itu, diperlukan ekosistem kekayaan intelektual dengan data yang terstandardisasi dan terintegrasi, didukung arsitektur bersama dan interoperabilitas antarsistem, mulai dari pendaftaran, lisensi, penggunaan karya, pengelolaan royalti, hingga pembayaran.

Wamen Febrian menyampaikan gagasan pengembangan “paspor digital” untuk karya kreatif yang dapat merekam identitas pencipta, kepemilikan hak, pembagian manfaat ekonomi, serta pemanfaatan karya secara komersial.