Meski demikian, pemerintah berharap prosesnya dapat berlangsung lebih cepat mengingat industri tekstil merupakan sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Sarmuji menyebutkan Danantara telah menunjukkan komitmen untuk mengucurkan dana dalam jumlah besar guna mendukung rencana penguatan industri tersebut.
Selain modernisasi mesin, pemerintah juga membuka peluang untuk menggabungkan keunggulan sejumlah perusahaan tekstil yang akan diakuisisi. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan kapasitas dan daya saing baru yang lebih kuat dibandingkan jika setiap perusahaan berjalan sendiri-sendiri.
“Kami berharap beberapa perusahaan yang masing-masing memiliki keunggulan itu bisa disatukan keunggulannya menjadi keunggulan baru yang lebih besar,” katanya.
Melalui langkah tersebut, Kemenperin berharap industri tekstil nasional mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing di pasar global, serta mempertahankan perannya sebagai salah satu sektor padat karya di Indonesia.