NADIKABAR.COM — Pemerintah tengah mengkaji pembangunan smelter ke depan, apakah hanya menghasilkan produk antara atau diarahkan hingga ke produk akhir.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan saat ini mayoritas produk industri hilirisasi atau smelter, baru berada di tahap setengah jadi.

"Saya katakan kepada teman-teman pengusaha, industri hilirisasi kita sekarang masih mayoritas produknya itu baru di tengah, baru di 50-60 persen. (Smelter) ini membludak sekarang," kata Bahlil saat membuka ajang Mineral dan Batubara Convention Expo (Minerba Convex) 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Oleh karena itu, Bahlil mengatakan pemerintah menimbang apakah smelter yang produknya hanya setengah jadi masih memungkinkan dibangun, atau perlu diatur lebih lanjut.

"Yang perlu kita dorong adalah produk akhirnya, supaya bahan baku setengah jadi tidak semuanya diekspor ke luar. Jadi, Indonesia ini benar-benar mendapatkan manfaatnya secara utuh. Ini yang sekarang kita lagi mau kaji," ujarnya.