Awanya, Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto menjelaskan terkait pergerakan harga BBM nonsubsidi dan avtur di Indonesia. Di mana harga BBM nonsubsidi dan avtur mengalami kenaikan signifikan setelah terjadi konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026.

"Mungkin khusus yang Pertamax dan Pertamax Green sejak April itu memang ada pembatasan, tidak naik, baru kemudian di bulan Juni dinaikkan dan posisi bulan ini per Oktober itu memang untuk harga seluruh JBU retail dan avtur itu masih kita tahan sama dengan harga September. Jadi kalau dilihat harga yang paling ujung seluruh JBU maupun yang avtur di September dan Oktober itu harganya tetap," katanya.

Ia menjelaskan kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur mayoritas dipengaruhi faktor geopolitik sejak 28 Februari 2026. "Kalau kita compare harga BBM dan avtur kita dengan negara-negara sekitar, negara-negara ASEAN maupun negara-negara terdekat, Australia, Pakistan, India, dan sebagainya. Sebenarnya in overall, in overall masih sangat kompetitif dibandingkan negara-negara yang lain," terangnya.