"Kalau untuk mengobati pasien TB, Indonesia sudah mampu melakukannya dengan baik dari Aceh sampai Papua. Yang masih menjadi persoalan adalah upaya pencegahannya yang belum berjalan optimal," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah memeriksa orang yang memiliki kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien TB. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan orang tersebut tidak menderita TB, dapat diberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) untuk mencegah berkembangnya penyakit.

Menurut dia, TB merupakan penyakit menular yang memiliki rentang waktu sejak seseorang terpapar atau terinfeksi kuman hingga tanda dan gejala pertama penyakit tersebut muncul (masa inkubasi) yang cukup panjang, sehingga seseorang yang tertular tidak langsung menunjukkan gejala sakit.

"Penularan TB tidak langsung membuat seseorang sakit. Ketika seseorang tertular, gejalanya bisa baru muncul beberapa bulan kemudian. Karena prosesnya berjalan perlahan, penyakit ini sering tidak disadari sejak awal," kata dia.

Khususnya di Kota Padang, kegiatan skrining dilaksanakan di 242 titik dengan sasaran utama orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan pihaknya telah berkomitmen melaksanakan pelacakan kasus TB di seluruh kecamatan di kota itu sebagai upaya menekan penularan.

"Sebanyak 11 kecamatan di Kota Padang sudah berkomitmen untuk melaksanakan tracking dan peduli terkait dengan penurunan kasus TB," ujarnya.