Ia menyatakan sebanyak 104 kelurahan di Kota Padang juga telah dibentuk menjadi kelurahan siaga TB. Pelacakan kasus dilakukan sejak pertengahan September hingga November 2026, dengan menyasar kontak erat pasien, kelompok berisiko, dan masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti penderita diabetes, perokok berat, lanjut usia, dan anak-anak.
Ia mengatakan pelacakan kasus TB yang dilakukan Dinkes Padang di 242 titik dan baru dijalankan di 105 titik. "Dari hasil tracking yang sudah kita lakukan pada 105 titik tersebut kita mendapatkan 77 kasus positif tuberkulosis. Kita harus pantau terus sampai selesai masa pengobatan," kata dia.
Proses skrining TB di Kota Padang dilakukan menggunakan rontgen portabel untuk memudahkan pemeriksaan masyarakat di lapangan.
Menurut dia, penggunaan rontgen portabel membantu petugas melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke rumah sakit. "Kita bawa alat ke lapangan. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke rumah sakit, cukup dilakukan rontgen di tempat kegiatan," ujarnya.
Ia menegaskan penemuan kasus TB dalam jumlah banyak bukan menunjukkan kegagalan program kesehatan, melainkan bagian dari upaya menemukan penderita agar segera mendapatkan pengobatan.
"Kasus kita temukan bukan berarti kekurangan di kita, tetapi merupakan suatu upaya untuk menekan penularan. Harapan kita dengan kasus positif yang sebanyak-banyaknya kita temukan dapat kita obati sampai 100 persen," kata dia.