Wamenag menegaskan keberhasilan program pemerintah membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi lintas kementerian. Tidak ada satu kementerian pun yang dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan agenda pembangunan, termasuk membangun pesantren yang sehat.
βTidak ada keberhasilan yang dicapai sendiri-sendiri. Tidak boleh ada kementerian yang bekerja sendiri-sendiri. Kita ini satu tim. Tidak ada keberhasilan individual, yang ada adalah keberhasilan bersama,β kata dia.
Ia menjelaskan Kementerian Agama berperan dalam pembinaan pesantren, sementara dukungan obat-obatan, tenaga kesehatan, dan tenaga ahli melibatkan Kementerian Kesehatan serta kementerian terkait lainnya.
Wamenag juga menyampaikan bahwa setelah peluncuran di Sumatera Utara, gerakan ini direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah, antara lain Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga DKI Jakarta.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus menyatakan kesiapan Kementerian Kesehatan untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Pesantren Bebas TB.
Menurutnya, santri berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, termasuk pemeriksaan, deteksi dini, dan penanganan tuberkulosis.