Dukungan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Kesehatan akan terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan kementerian terkait untuk memastikan program berjalan efektif dan menjangkau lingkungan pesantren.

Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said memaparkan kesehatan masih menjadi tantangan kompleks di lingkungan pesantren. Dari sekitar 40 ribu pesantren di Indonesia, belum banyak yang memiliki klinik atau poliklinik dengan dukungan tenaga medis profesional.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk memperkuat fasilitas kesehatan, mengadakan penyuluhan rutin dengan melibatkan puskesmas, serta memastikan santri memperoleh pelayanan medis tanpa terkendala persoalan domisili.

Menurutnya, santri yang sakit harus mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat agar tidak berisiko mengalami keterlambatan pengobatan maupun menularkan penyakit kepada orang lain.

β€œDari Pondok Pesantren Mawaridussalam ini kita memulai ikhtiar yang bermakna bagi masa depan pesantren. Semoga semangat dan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pesantren yang sehat dan bebas tuberkulosis dapat menyebar ke seluruh penjuru Nusantara,” kata dia.