NADIKABAR.COM β€” Pemerintah menjual sebanyak 380 ribu ton beras pecah yang tersimpan di Perum Bulog dengan harga Rp11 ribu per kilogram (kg) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama perajin kue dan produsen bihun rumahan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu, mengatakan keputusan penjualan stok tersebut telah ditetapkan dalam rapat tingkat menteri koordinator guna menyediakan bahan baku bagi pelaku usaha yang selama ini masih mengandalkan beras pecah impor, akan tetapi saat ini tidak lagi mengandalkan impor

Zulhas menjelaskan beras pecah tersebut dapat dimanfaatkan oleh perajin kue dan produsen bihun rumahan, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada pasokan impor. Ketersediaan bahan baku dengan harga yang telah ditetapkan juga diharapkan membantu pelaku usaha menjaga biaya produksi.

β€œBeras yang satu tahun di Bulog ada 380 ribu ton itu kita lelang. Sudah putus, saya sudah putuskan di rapat menko, dijual dengan harga Rp11 ribu per kilogram,” katanya lagi.

Zulhas mengimbau pelaku UMKM yang membutuhkan beras pecah agar berkoordinasi dengan pimpinan wilayah Bulog di daerah masing-masing untuk memperoleh pasokan.

Selain beras pecah, pemerintah juga menyiapkan stok jagung untuk bahan baku pakan ternak sebanyak 100 ribu hingga 150 ribu ton yang dikelola Bulog.

Stok tersebut akan dijual kepada UMKM peternak ayam pedaging dan petelur dengan harga pokok Rp5.500 per kg guna mengantisipasi kenaikan biaya pakan.

"Karena harga jagungnya naik, harga pakannya naik, maka harga ayam dan telur sedikit naik. Bulog punya 100 ribu-150 ribu ton, sudah kita putuskan dijual harga pokok Rp5.500 untuk UMKM peternak ayam atau petelur," ujarnya pula.

Ia berharap penyaluran jagung dengan harga tersebut dapat menjaga kestabilan biaya produksi peternak, sehingga harga ayam dan telur di pasaran tetap terkendali.