Yuliot berharap hilirisasi BEC dapat menjadi model bagi perusahaan batu bara lainnya, mengingat besarnya potensi batu bara berkalori rendah di Kalimantan dan Sumatera. Proyek ini akan mengolah sekitar 7,70-7,78 juta ton batubara berkalori 3.300-3.400 kcal/kg per tahun menjadi metanol berstandar internasional, yaitu International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade.
Produksinya ditargetkan mencapai 1,3 juta ton per tahun untuk memenuhi sebagian kebutuhan domestik dan mengurangi impor.
"Kami berharap dengan proyek yang memberikan multiplier effect yang nyata bagi seluruh stakeholder baik penciptaan lapangan kerja tumbuhnya industri pendukung serta peningkatan aktivitas ekonomi," jelas Yuliot.
Proyek ini dilengkapi fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, dan terminal pelabuhan. Teknologinya juga dilengkapi pengendalian emisi dan terintegrasi dengan Carbon Capture and Storage (CCS).
Metanol yang dihasilkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri, terutama petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50.