Sementara itu, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi mengatakan HDDAP menjadi langkah nyata untuk membangun sistem perbenihan yang lebih kuat dalam tiga tahun ke depan.
Potensi sumber daya genetik lokal akan menjadi perhatian, didukung investasi penelitian dan pengembangan, infrastruktur, serta penguatan kelembagaan perbenihan.
"Melalui proyek HDDAP ini, dalam tiga tahun ke depan Kita akan fokus secara optimal di 12 kabupaten/kota, dengan sumber daya genetik lokal menjadi perhatian utama," ujarnya
Menurut Agung, pengembangan benih harus dari hulu hingga hilir. Penguatan dimulai dari Balai Benih Hortikultura (BBH), pengawasan oleh Pengawas Benih Tanaman (PBT), kemudian melibatkan penangkar hingga kelembagaan ekonomi petani (KEP) sebelum benih sampai ke tangan petani.
Ketua Kelompok Tani Adhi Guna Farm Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Adhi Nurcholis mengatakan, pihaknya mendapat tanggung jawab menyediakan benih sebar untuk memenuhi kebutuhan petani dalam satu klaster HDDAP.
Dia berharap keterlibatan penangkar lokal memudahkan petani memperoleh benih berkualitas dengan harga terjangkau. Ketersediaan benih di sekitar kawasan, petani tidak perlu terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.