Terlepas dari itu, Hanif mengatakan saat ini pemerintah bersama Gubernur Kalimantan Tengah merencanakan penataan normalisasi lahan serta pembangunan sumur bor permanen.

Kemudian pemerintah daerah juga akan menyiapkan pembuatan intake-intake di Sungai Kahayan guna mendistribusikan dan menaikkan debit air ke lokasi-lokasi rawan kebakaran. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas serta ketahanan wilayah (resilient) terhadap ancaman kekeringan dan bencana karhutla di masa depan.

"Jadi begitu kebakaran usai, dalam waktu segera kita akan permanensikan sumur bor dan kanal-kanal itu melalui semenisasi. Kedua, kita akan desain dengan detail bekerja sama dengan Badan Pengelola Mangrove dan Gambut Nasional," tegasnya.