Menurutnya, kebijakan berani tersebut juga secara efektif menutup ruang bagi masuknya kepentingan patronase politik jangka pendek di tubuh BUMN.

"Jadi, Presiden kita lebih mengutamakan penghematan uang negara, kepentingan masyarakat ketimbang menjadikan BUMN untuk tempat orang-orang," kata dia.

Dampak dari kebijakan perampingan ekstrem itu sangat terasa di jajaran petinggi BUMN.